Tips Untuk Motherboard Berbasis AMD

Bagi anda yang menggunakan motherboard berbasis AMD (menggunakan prosesor AMD), tips berikut dapat membantu anda untuk memelihara motherboard. Besarnya panas yang dihasilkan oleh perangkat berbasis AMD memang masih jadi pemicu utama terjadinya berbagai masalah.

Ciri dari motherboard yang berbasis AMD adalah digunakannya prosesor yang berjenis AMD juga, seperti Duron, Athlon dan Phenom. Untuk langkah pemeliharaan, anda bisa lakukan tips berikut:

Memakai fan / kipas casing tambahan
Panas, ya itulah alasan yang tepat untuk menggunakan fan casing tambahan. Dengan memakai fan casing tambahan, panas yang dikeluarkan oleh prosesor akan terbantu untuk dikeluarkan juga dari casing sehingga sirkulasi udara pada casing menjadi lebih teratur. Hal ini juga tentunya akan mengurangi panas didalam motherboard itu sendiri. Biasanya pada casing terdapat 1 - 3 tempat untuk memasang fan / kipas tambahan, baik didepan casng ataupun dibelakang. Anda bisa mendapatkan fan / kipas ini dari toko-toko komputer

Perhatikan kondisi Motherboard
Perhatikan pada papan motherboard anda, Jika ujung konduktor nya (bentuknya spt kapsul) sudah mulai mekar (mengembang keatas) maka 'segeralah' mengganti / menukar motherboard anda, sebab ini menunjukkan kekuatan motherboard sudah mulai lemah. Cepat atau lambat, motherboard anda pasti akan segera 'pensiun'. Memang panas yang kerap tinggi memicu komponen pada motherboard menjadi tidak stabil dan kurang bertahan lama. Ini suka terjadi pada motherboard yang sudah berumur.

Waspada terhadap Overclock
Overclock adalah meningkatkan kemampuan suatu perangkat 'melebihi kapasitasnya'. Misalkan prosesor anda berkecepatan 2,0 Ghz, maka jika di overclock bisa menjadi 2,3 Ghz, 2,5 Ghz dan sebagainya. Dengan kata lain, overclock adalah 'memaksa' suatu perangkat untuk bekerja diatas kemampuan normalnya.

Jika anda hendak melakukan overclock (prosesor misalnya), perhatikan terhadap komponen-komponen lainnya, termasuk motherboard. Anda jangan hanya terfokus untuk melakukan overclock tanpa melihat komponen yang lain. Sebagai catatan, melakukan tindakan overclock akan mempengaruhi terhadap komponen yang lainnya. Tidak di overclock pun, suhu di dalam motherboard sudah tinggi. Meskipun prosesor anda support untuk overclock tapi tidak memerhatikan kondisi motherboard, maka motherboard anda akan timbul berbagai masalah. Lebih baik anda lihat di buku panduan terlebih dahulu, apa yang mesti anda lakukan jika hendak melakukan tindakan overclock, ikuti anjuran dari pihak produsen.

Saat ini, tidak hanya prosesor yang bisa di overclock, perangkat lain pun sudah mendukung proses overclock, seperti VGA Card / Kartu grafis ataupun Memori / RAM

Semoga bermanfa'at

Memantau Performa Prosesor

Prosesor atau sering disebut juga CPU (Central Processing Unit) merupakan perangkat inti komputer yang bertugas untuk memproses dari semua program yang dijalankan oleh komputer. Kita bisa memantau performa prosesor sehingga mengetahui seberapa jauh beban yang dikerjakan oleh prosesor pada komputer kita.

Ada satu trik agar kita dapat memantau performa prosesor dengan lebih mudah, bahkan secara real-time. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  • Buka Windows Task Manager melalui dari tombol Ctrl+Alt+Del (tombol-tombol tersebut ditekan secara berbarengan)
  • Klik menu Options, lalu aktifkan ceklis pada Minimize On Use
  • Jika sudah, klik tombol Minimize

Lihat pada systray (area dekat jam, disudut kanan bawah komputer), disitu ada icon kotak berwarna hijau. Jika kita meletakkan cursor (tanda panah) diatas icon tersebut maka akan muncul keterangan dari performa prosesor yang sedang digunakan yang bertuliskan CPU Usage: 50% misalnya. Dengan cara seperti ini maka kita dapat memantau penggunaan prosesor secara lebih mudah dan efisien.

Semoga bermanfa'at.

Mengetahui Teknologi 'Cache' Pada Prosesor

Jika kita perhatikan spesifikasi dari sebuah prosesor maka akan menemukan suatu istilah yang dinamakan Cache. Apa itu Cache? Fungsi Cache ini memiliki peranan yang cukup penting dalam menentukan kinerja sebuah komputer. Dengan mengetahui teknologi Cache pada prosesor maka kita akan dapat meningkatkan performa komputer.

Cache dapat diartikan sebagai sebuah ruang pada prosesor yang berfungsi sebagai 'tempat penyimpanan data yang sering digunakan', efeknya performa komputer akan bekerja lebih cepat. Semakin besar Cache sebuah prosesor maka semakin cepat kinerjanya karena memberikan ruang penyimpanan yang lebih besar. Rata-rata prosesor sekarang memiliki L2 Cache yang besar, antara 2 - 8 Mb, bahkan prosesor Intel Core 2 Extreme QX9650 memiliki L2 Cache sebesar 12 Mb.

Cache ini ada beberapa jenis, mulai dari Cache 1 (L1 Cache), Cache 2 (L2 Cache) hingga Cache 3 (L3 Cache). L1 Cache merupakan cache yang paling dekat dengan prosesor sehingga merupakan cara tercepat untuk mengeksekusi data.

Ketika kita sedang mengoperasikan komputer maka data dari hardisk yang sering kita operasikan akan dipindahkan ke memori / RAM, dan data dari memori / RAM ini akan dipindahkan juga ke Cache pada prosesor. Perlu diketahui, jika dilihat dari segi waktu kecepatan akses yang dilakukan oleh prosesor, data yang diambil dari hardisk merupakan yang paling lambat, diikuti oleh memori / RAM, lalu ke L3 Cache, L2 Cache dan terakhir ke L1 Cache.

Sebagai perbandingan, waktu yang dibutuhkan oleh prosesor untuk mengakses data dari L2 Cache memiliki kecepatan 2 - 3 kali lipat bila dibandingkan dengan mengambil dari memori / RAM. Oleh karena itulah teknologi Cache dalam prosesor memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan kecepatan akses data.

Semoga bermanfa'at

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys