Showing posts with label Anti Virus. Show all posts
Showing posts with label Anti Virus. Show all posts

Install Antivirus Windows di Linux

Ada berbagai cara untuk melindungi Windows Anda dari serangan virus, salah satunya adalah dengan menguji coba antivirus yang Anda gunakan.
Hal tersebut dilakukan jika anda masih khawatir Windows terserang virus, cobalah install antivirus Windows di Linux. Gunakan Wine untuk mengemulasi lingkungan Windows di Linux, sehingga anti virus akan berjalan mulus di Linux. Cobalah menggunakan Avira AntiVir yang dijalankan oleh Wine di Mandriva. Coba juga memakai Wine untuk mengemulasi PCMAV supaya bisa menghalau virus lokal sebelum masuk ke Windows.
Hasilnya cukup ampuh. Anda tidak perlu mengotori Windows kesayangan anda dengan virus jika memakainya. Sebelum mengerjakan tugas dari flashdisk teman, masuklah dulu ke Linux dan scan dengan anti virus. Dijamin komputer (terutama Windows) akan lebih aman.
Jika antivirus anda bisa berjalan baik melalui Wine, bersyukurlah. Anda bisa melakukan ritual “babat alas” di sini. Pilihlah anti virus yang hemat memory karena Wine belum bisa mengemulasi dengan sempurna. Avira AntiVir berjalan cukup lambat ketika start, namun saat scanning selalu mulus dan relatif cepat karena dia hemat memory. PCMAV memang agak rakus memory, namun ketika scan dia berjalan begitu cepat.

Manage Antivirus

Cara maintenance Symantec Antivirus (SAV) baik server maupun client. Misalkan ada 1 main parent server yang berlokasi di Singapore lalu ada secondary parent server di tiap tiap country atau regional dan di bawah secondary parent server ada server - server yang di bawahnya ada sekian banyak client. Sebagai contoh disalah satu Negara Indonesia ada 19 SAV server untuk regional Indonesia diantaranya ada 1 secondary parent server.

Main Parent Sever tugasnya adalah mendownload file VDF (Virius Definitions File) menggunakan Live Update dgn koneksi ke internet, dan mendeploy VDF tersebut ke secondary parent server di tiap-tiap regional. dari 2nd parent sever tersebut lalu di teruskan deploy ke sever - server yang lain, kemudian di teruskan ke client client. Sistem secanggih apapun tidak menutup kemungkinan dari problem - problem, Misalnya: sever tidak update otomatis, client banyak yang gak update, antivirusnya Corrupt, dll.

Yang berperan sebagai admin perlu mengontrol aktivitas sistem antivirus tsb. karena client - client yang berjumlah tidak sedikit ini tidak mungkin jika saya mengontrol satu persatu di tiap desktop, maka digunakan tool yang sebenarnya sudah di sediakan oleh symantec, yakni (SSCC) Symantec System Center Console. Dengan SSCC ini dapat melihat infrastruktur seluruh server maupun client yang saling terhubung melaui intranet. Dari sini sudah kelihatan gambaran khan bagaimana SSCC memberi kemudahan dalam memaintenance.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | free samples without surveys